Badan Gizi Nasional Pantau Kegaduhan SPPG Cibiru Almadany : Dapur Dihentikan Operasional Sementara, Risiko Kerugian Negara Hingga 3 Miliar
Kota Bandung //MEDIA TVNEWS INDONESIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibiru Almadany menghadapi kegaduhan serius yang memaksa penutupan dapur secara sementara. Badan Gizi Nasional (BNG) melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan telah memantau perkembangan masalah ini, yang menyangkut program nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua SPPG Muhammad Fajar Iskandar mengumumkan penghentian operasional dapur yang beralamat di Jl. Kusuma Utama 1 No.7A Blok B3, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, mulai hari Selasa (9 Desember 2025) sampai waktu yang tidak dapat ditentukan melalui surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal yang sama. Alasan utamanya adalah evaluasi dan perbaikan internal.
“Kami sudah melakukan upaya ke Mitra (Pina Gartika), Pak Aswan, serta H Rofik untuk menjadi mediator, tapi tidak diindahkan. Sudah dijadwalkan Senin sore dan Selasa pagi jam 09.00, tapi yang bersangkutan tidak hadir bahkan malah memblokir,” ujar Fajar kepada awak media. Ia menambahkan bahwa operasional dapur sudah berhenti selama dua hari, namun mitra masih berjalan sendiri di luar kewenangan dan tanggung jawabnya sebagai kepala SPPG.
Sebagai kepala SPPG, Fajar juga meminta mitra untuk tidak membuat aturan sendiri yang merugikan uang negara. “Sampai sekarang, gaji supir dan relawan belum dibayar akibat permasalahan internal di dalam SPPG,” tambahnya.
Petugas Akuntansi SPPG yang hanya dikenal dengan inisial (R) menyampaikan bahaya kerugian negara jika dapur terus berjalan tanpa aturan. “Kalau dapur ini berjalan terus, negara akan rugi sampai 3 miliar rupiah. Mitra menaikkan harga bahan sendiri, bikin aturan sendiri, dan lokasi juga kurang sehat. Banyak yang menagih ke Ibu Pina, mulai dari Bank BRI, pegawai, supplier, kolektor, bahkan harga beras juga dinaikkan,” ungkapnya. Ia berharap Ibu Pina bisa proaktif menyelesaikan masalah ini karena ini adalah program nasional dari Presiden.
Pihak Korcam Cibiru yang dikonfirmasi membenarkan kegaduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “bom waktu”. “Kami akan mencatat semua hal ini, yaitu melambungnya harga bahan pokok dan adanya pencucian telur yang tidak sesuai aturan. Semua ini akan kami sampaikan kepada Korwil,” ujar Korcam.
Selain itu, warga Komplek Cipadung RT 01/RW 017 dengan inisial (Y) juga menyampaikan ketim Investigasi di lapangan “Sejak berdiri dapur SPPG di sini, sering terdengar kebisingan kenalpot dari aktifitasnya. Bahkan, dapur itu berdiri tanpa izin warga sekitar,” katanya.
Sampai berita ini dimuat, Badan Gizi Nasional belum memberikan pernyataan resmi, namun pihaknya diketahui sedang memantau perkembangan masalah yang mengganggu kelancaran program Presiden terkait MBG di SPPG Cibiru Almadany.
Jurnalis: Irwan Draso