mediatvnewsindonesia.com. Kabupaten Bandung – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan melalui berbagai program kesehatan masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bertema Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Kampung Bedas, Kabupaten Bandung, Selasa.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Bandung tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga legislatif.
Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC Herlinda, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Direktur Poltekkes Bandung yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Dr. Elanda Fikri, SKM, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan serius yang harus ditangani secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
Menurutnya, lembaga pendidikan kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah melalui penguatan edukasi kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Poltekkes sebagai institusi pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, baik melalui edukasi kepada masyarakat maupun melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Bangkit Wahid Fauzi, SKM, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari pola makan, sanitasi lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi IX, H. Asep Romy Romaya, turut menyampaikan materi mengenai pentingnya penguatan program GERMAS sebagai salah satu strategi nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.
Dalam paparannya, Asep Romy menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usia, tetapi merupakan indikator adanya kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menekankan bahwa dampak stunting tidak hanya terjadi pada aspek fisik, tetapi juga pada perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak.
“Anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah serta berisiko mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, kunci utama dalam percepatan penurunan stunting terletak pada penguatan intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Pada periode tersebut, asupan gizi yang cukup serta perawatan kesehatan yang baik sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Asep Romy juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Program ini menekankan pada kebiasaan hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menambahkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan semata.
Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari keluarga, kader kesehatan, hingga lembaga pendidikan.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama.
Tanpa keterlibatan masyarakat secara langsung, program penurunan stunting akan sulit mencapai hasil maksimal,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi peran posyandu dan kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan para narasumber, membahas berbagai strategi konkret dalam upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Jurnalis : Irwan Draso | Editor : Rhony Hidayat