Jembatan Radug Ibun Ambruk, Akses Vital Ibun–Majalaya Terputus, Forkopimcam Lakukan Penanganan Cepat
MEDIA TV NEWS INDONESIA, Kabupaten Bandung — Jembatan Radug yang berlokasi di Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, dilaporkan ambruk dan tidak dapat dilintasi pada Kamis malam (16/04/2026). Infrastruktur tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Ibun dengan Kecamatan Majalaya, sehingga berdampak langsung terhadap mobilitas warga.
Merespons kejadian tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ibun bergerak cepat melakukan langkah penanganan darurat. Camat Ibun, Pipin Zaenal Arifin, bersama Kapolsek Ibun Iptu Deny dan Danramil 2403/Paseh Kapten Inf Mulyono, turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan serta memastikan kondisi terkini di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, ambruknya jembatan diduga kuat akibat gerusan arus Sungai Citarum yang mengalami peningkatan debit air dalam beberapa hari terakhir, menyusul intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
“Indikasi awal adanya gerusan dari aliran Sungai Citarum. Sebelumnya memang sudah terjadi pergeseran struktur. Setelah hujan dengan debit air meningkat, kondisi jembatan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk,” ujar Pipin, Jumat (17/04/2026).
Ia menegaskan, Jembatan Radug memiliki peran vital sebagai akses utama masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah Pangguh, Neglasari, dan Karyalaksana, yang kerap melintas menuju Majalaya maupun Kota Bandung.
Selain sebagai jalur utama, jembatan tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai jalur alternatif, terutama saat kawasan Majalaya terdampak banjir.
“Fungsi jembatan ini sangat strategis, baik sebagai penghubung utama maupun jalur alternatif saat terjadi banjir di Majalaya,” tambahnya.
Sebagai langkah pengamanan, petugas telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi kejadian guna mencegah masyarakat melintas serta mengantisipasi potensi risiko lanjutan.
“Kami sudah lakukan penutupan total dan pemasangan pembatas. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kondisi jembatan yang sudah tidak aman,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Ibun juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif melalui Cikonyal. Sementara bagi kendaraan roda empat diarahkan untuk menggunakan jalur memutar menuju Majalaya demi keselamatan.
“Kami mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif. Untuk kendaraan roda empat, disarankan memutar melalui jalur lain yang lebih aman,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna percepatan penanganan dan perbaikan infrastruktur tersebut.
“Koordinasi sudah kami lakukan sejak tadi malam. Hari ini akan ditindaklanjuti dengan surat resmi agar penanganan dapat segera direalisasikan,” ungkap Pipin.
Insiden ini juga sempat berdampak pada gangguan aliran listrik di sekitar lokasi akibat tiang listrik yang terdampak. Namun, kondisi tersebut telah berhasil dipulihkan oleh pihak PLN dalam waktu singkat.
“Sempat terjadi pemadaman listrik, namun sudah ditangani dengan cepat oleh PLN sejak dini hari,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, akses Jembatan Radug masih ditutup total. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.**