mediatvnewsindonesia.com. Di pertengahan babak ll, Beckham Putra berteriak kesakitan. Biang masalahnya, ternyata kaki Beckham diinjak winger Persija Bruno Tubario.
Tak banyak cakap, wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-Jin yang menyaksikan kejadian tersebut langsung mencabut kartu merah, mengusir pemain berkebangsaan Brasil dari lapangan. Berakibat, Persija harus bermain sepuluh orang di setengah sisa laga babak kedua.
Pertandingan itu sendiri dimenangkan Persib dengan skor tipis 1-0 hasil tembakan mendatar Beckham di menit ke-5. Gol terjadi akibat blunder Bruno saat mengoper bola kepada Rizky Ridho, yang justru mengarah kepada Beckham. Tanpa basa basi tendangan keras menyusur tanah pun berhasil mengolongi penjaga gawang Persija Carlos Eduardo dan gol. Persib unggul 1-0. Gol tersebut bertahan hingga laga usai.
Terlepas kemenangan Persib atas Persija yang menjadikan tim asal Bandung tersebut meraih juara paruh musim. Hal yang perlu disikapi oleh operator liga, dan atau komdisi PSSI adalah perilaku tidak terpuji Bruno yang bisa mencederai pemain lain.
Tidak hanya kartu merah atau denda, PSSI wajib memberikan peringatan keras kepada siapa saja, pemain dari klub mana saja, yang melakukan kecurangan sebagaimana yang diperagakan Bruno Tubario. Bahkan lebih ekstrem lagi, pemain luar negeri seperti itu layak untuk dideportasi dari kancah persepakbolaan nasional. Jika dibiarkan, hal itu bisa menjadi preseden buruk.
Semoga Komdis PSSI bijak dalam menyikapi tindakan Bruno tersebut, demi untuk menyelamatkan karir pemain lain. Sebagaimana yang dilakukan Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) Daerah Istimewa Yogyakarta yang melayangkan sanksi seumur hidup kepada pemain KAFI FC Dwi Pilihanto Nugroho. Dwi dinyatakan bersalah setelah mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke muka pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, pada pertandingan Liga 4 DIY di Lapangan Sitimulyo, Selasa (6/1). (Asa)