April 3, 2026
Daerah Nasional Pendidikan Politik Sosial

Reses DPR RI Dadang M. Nasser di Desa Kiangroke: Sampaikan 10 Capaian, Serap Keluhan Masyarakat

Reses DPR RI Dadang M. Nasser di Desa Kiangroke: Sampaikan 10 Capaian, Serap Keluhan Masyarakat

Reses DPR RI Dadang M. Nasser di Desa Kiangroke: Sampaikan 10 Capaian, Serap Keluhan Masyarakat

MEDIA TVNEWS INDONESIA BANJARAN, KAB. BANDUNG – Kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 Anggota DPR RI/MPR RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar Dadang M. Nasser sukses diselenggarakan di Aula Al-Barkah, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, pada Rabu (25/02/2026). Acara yang dihadiri oleh pengurus PK, kader, sesepuh, dan masyarakat dari lima kecamatan (Pangalengan, Cimaung, Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk) berlangsung penuh kehangatan.

Dalam sambutannya, politisi asal Daerah Pemilihan Jabar II ini menyampaikan 10 capaian kinerja selama satu tahun menjabat, antara lain:

1. Memberikan bantuan benih padi seluas 18.000 hektar
2. Mendorong petani anggur dan buah-buahan tingkatkan produksi untuk kurangi impor
3. Menyalurkan kurang lebih 200 alat dan mesin pertanian melalui SIMLUHTAN di Kab. Bandung dan Bandung Barat
4. Dipercaya menjadi anggota Panja Pupuk dan Panja Pangan
5. Memberikan beasiswa bagi lulusan SMA ke Politeknik Perikanan dan Kelautan
6. Menggagas agroforestry untuk penanggulangan kerusakan hutan
7. Memberikan 12.000 ekor ayam petelur kepada 20 kelompok tani terdaftar SIMLUHTAN
8. Mengawal distribusi pupuk di Kab. Bandung dan Bandung Barat
9. Diundang Negara China untuk studi banding sistem pertanian modern dan perumusan RUU
10. Memberikan bantuan bioflok kepada 15 kelompok dan 1,2 juta benih ikan

Dadang M. Nasser menyebutkan bahwa selain bersilaturahim, reses ini menjadi wadah serap aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat yang akan dibawa ke Jakarta. “Keluhan meliputi sekolah rusak, jalan butut, rutilahu, gaji guru PPPK paruh waktu, serta masalah program MBG yang akan kami usulkan solusi kongritnya kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan masyarakat, seperti porsi yang kurang memenuhi standar gizi, harga tidak sesuai, hingga adanya oknum yang meminta uang setor Rp500 per orang/per porsi kepada yayasan pengelola SPPG.

“Program MBG pada dasarnya baik, hanya implementasinya yang perlu dievaluasi. Saya berharap program ini lebih difokuskan pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) saja, sehingga tidak mengganggu alokasi anggaran untuk bidang pendidikan dan kesehatan yang juga penting,” pungkas Dadang.

Jurnalis: Irwan Draso

About Author

Redaktur Media TV News